Jumat, 05 Mei 2017

Interpretasi Lagu “Ben” Michael Jackson : Persahabatan Seorang Anak Manusia dengan Seekor Tikus Putih








Ben, the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I’ll never be alone
And you my friend will see
You’ve got a friend in me
(You’ve got a friend in me)

Ben, you’re always running here and there
(here and there)
You’re feel you’re not wanted anywhere
(anywhere)
If you ever look behind
And don’t like what you find
There’s something you should know
You’ve got a place to go
(You’ve got a place to go)

I used to say “I” and “Me”
Now it’s “Us”, now it’s “We”
I used to say “I” and “Me”
Now it’s “Us”, now it’s “We”

Ben, most people would turn you away
I don’t listen to a word they say
They don’t see you as I do
I wish they would try to
I’m sure they’d think again
If they had a friend like Ben
(like Ben)

Lagu ini dinyanyikan Michael Jackson ketika ia masih sangat belia dan apa adanya. Kulitnya belum memutih, rambutnya masih melingkar-lingkar, dan hidungnya belum mencuat. Selama ini, dalam industri musik populer, lagu Ben dikategorikan dalam lagu bergenre cinta. Mungkin hal ini disebabkan karena Ben menampilkan jenis musik balada yang mendayu-dayu.

Jika kita amati, kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya lirik lagu tersebut berbicara tentang sebuah persahabatan sejati antara tokoh “Aku” dan “Kamu”. Hal ini bisa kita lihat dari lirik pada bait pertama,

Ben, the two of us need look no more/ We both found what we were looking for/ With a friend to call my own/  I’ll never be alone/ And you my friend will see/ You’ve got a friend in me.

Bait ini kalau kita terjemahkan secara bebas kira-kira bermakna , Ben, sekarang kita tak perlu lagi mencari-cari/ Kita sudah menemukan apa yang selama ini kita cari/ Aku sudah memiliki teman/ Aku tidak akan pernah kesepian lagi/ Dan kau temanku, lihatlah.../ Aku ini sahabatmu.

Tokoh “Kamu” dalam lagu ini digambarkan sebagai sosok yang tidak diinginkan oleh siapapun, dan selalu diburu. Hal ini terungkap dari kalimat, Ben, you’re always running here and there/ You feel you’re not wanted anywhere.

Sementara tokoh “Aku” adalah satu-satunya sosok yang sanggup menerima kehadiran tokoh “Kamu”. Bahkan tokoh “Aku” menyediakan diri sebagai tempat bersandar ( a place to go) bagi tokoh “Kamu."

Walau seolah-olah tokoh “Aku” merupakan sosok penolong bagi “Kamu”, namun kenyataannnya antara tokoh “Aku” dan “Kamu” terdapat relasi yang saling membutuhkan. Mereka saling membutuhkan satu sama lain, mereka bukan lagi dua tokoh, melainkan satu, yaitu “Kami.” (Now it's "Us", now it's "We")

Secara tersurat memang tidak dituliskan bahwa tokoh Ben dalam lagu di atas adalah seekor tikus putih. Namun berdasarkan referensi yang pernah saya baca, lirik lagu Ben sesungguhnya berasal dari kehidupan pribadi Michael kecil. Di masa kanak-kanaknya, Michael mendapat perlakuan buruk dan tidak manusiawi dari sang ayah. Ia mengalami pelecehan seksual. Dunia anak-anak yang seharusnya ia jalani dengan penuh kegembiraan berubah menjadi dunia yang menakutkan dan menjijikkan.

Dalam ketidakberdayaannya sebagai seorang kanak-kanak yang tertekan, Michael memiliki peliharaan seekor  tikus putih. Ia menganggap tikus itu sebagai sahabat sejatinya, karena hanya pada Ben-lah Michael bisa mengeluarkan keluh kesahnya. Michael merasa ada ikatan bathin antara dirinya dan Ben, yaitu bahwa mereka memiliki nasib yang sama, sebagai orang-orang terbuang dan tak diinginkan.

8 komentar:

  1. Ya ampun Mbak Hany, sedetil itu dikau memaknai sebuah lagu. Ternatya dalem banget ya maknanya...

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Pesan dari lagu tersebut apa kak?

      Hapus
    2. Kata nya ini lagu untuk sahabat nya yang mengalami cacat fisik

      Hapus
  3. Lagunya enak meresapi ke hati
    miss you michael😭

    BalasHapus